Posts

Pernah ga tap to start ?

Apa yang ditunggu saat ini belum tentu akan sesuai ekspektasi, apakah sudah memikirkan jika pada kenyataannya ekspektasi malah jadi hancur ? belum, belum terfikirkan akan hal itu. Tebak-tebakan terus sama diri sendiri, goblok.

Perasaanmu Tanggung Jawabmu Sendiri

Merasa selalu bodoh saat lagi di posisi ini, selalu dengan mudahnya terbawa suasana. Selalu berfikir bahwa ketika diberikan gerakan atau feedback yang baik selalu merasa bahwa "ia merasakan hal yang sama", padahal tidak juga. Aku bukan orang yang pandai menyimpan rahasia, akan selalu terbaca gesture-gesture yang sedang aku rasakan. Semoga apa yang diharapkan saat ini tidak seperti yang sudah-sudah, dijauhkan karena telah jujur mengenai perasaan.

What should i do ?

Terjadi lagi, terjebak dalam angan-angan dan ekspetasi sendiri. Menaruh harapan yang cukup besar ke orang yang memang belum kita tahu kepastiannya. Kenapa suka sekali seperti ini ? Terkadang saya mengambil kesimpulan dari beberapa pertemuan yang telah dilewati, dari caranya merespon dan dari cara dia menyikapi saya yang disitu membuat harapan saya kembali tinggi. Terkadang lagi saya mengambil kesimpulan bahwa dia tidak memiliki rasa apa-apa dan hanya nyaman sebagai teman (?) saya gak tahu pasti bagaimana yang sebenarnya. what should i do ?

Hanya Membuat Bosan

Saya merasa aneh dengan diri saya, entah kenapa saya merasa diri saya tidak asik atau bisa dibilang nge-bosenin. Saya bisa berpendapat seperti itu karna saya memperhatikan lawan bicara saya yang seolah-olah terlihat seperti males  untuk melanjutkan percakapan lagi. Apalagi, kalau kasusnya ketika saya ingin berkenalan dengan orang. Disitu saya sangat merasa canggung. Jujur saya memang bukan orang yang pandai dalam berbasa-basi, entah kenapa saya tipe orang yang lebih to the point , dan kurang baik juga sih menurut saya kalau kita mau berkenalan dengan orang tapi tidak ada basa-basinya. Ya mungkin memang begini adanya diri saya..

Petunjoek

Ada dua pilihan yang menurut saya baik, tapi saya belum bisa memastikan apakah itu benar-benar baik untuk saya ? Jujur, untuk memulainya pun saya tidak ada keberanian dan hanya dengan bertukar senyum entah saya sudah merasa senang. Kedua, orang yang sudah lama mengenal saya dan saya pun mengenal dia tapi saya tidak mengetahui pasti apa yang dia rasakan kepada saya. Sungguh sangat tertutup dan tidak dapat di prediksi. Hal-hal ini membuat saya resah dan benar-benar memikirkan nya. aneh, saya butuh petunjuk.

Sebagian Mimpi

Image
Dari judul mungkin udah ketebak tentang apa yang bakal di tulis disini. Yang ingin diceritakan disini adalah cerita gimana saya & teman-teman saya membuka kedai kopi yang saya sedang jalani saat ini. Awal saat itu saya masih kuliah semester 6 dan memang sudah engga ada kelas sama sekali jadi pada saat itu sedang proses penyususan tugas akhir D3 saya dan keinginan saya adalah kalau bisa sebelum lulus nanti saya sudah dapat pekerjaan. Karena berhubung saya masih mengurus tugas akhir saya dan tidak bisa bekerja full time akhirnya saya mencoba apply-apply dari tiap coffee shop ke coffee shop sebagai barista. Kenapa Barista ?   saya pun tidak tau kenapa saya ingin jadi barista, yang saya inginkan adalah saya bisa kerja dan saya bisa tetap mengurus kuliah saya dan mungkin saat itu saya taunya bahwa barista bisa part time. Setelah mencoba apply dan gagal akhirnya saya dapat kabar bahwa salah satu senior saya dikampus ada yang bekerja disebuah coffee shop di daerah jakarta sel...

Diharapkan Jangan Berharap

Penantian dan pengharapan kepada seseorang yang mungkin saat ini sedang benar-benar menutup diri. Jujur saya tidak tahu apa yang sebenarnya dia fikirkan sekarang, 70% hati saya berkata bahwa dia masih seperti yang dulu (yang memang menutup diri) tapi 30% dari diri saya menganggap bahwa ini adalah kesempatan. Saya takut untuk diberi jarak lagi olehnya. Sempat sekitar dua hari yang lalu dia mengetahui kalo saya memang masih menyimpan rasa dan disitu saya bilang saya takut kamu menjauhi saya lagi. Perihal soal menjauh, jadi dulu sempat mungkin saya blak-blakan mengenai perasaan saya dan terlalu menunjukan sikap seseorang yang sedang dimabuk kepayang. Dan saat itu lah dia mulai memberi jarak dengan tujuan tidak mau saya berharap lebih.